OCD Sebagai Masalah Kesehatan Mental: Penyebabnya, Pengobatannya, Dan Penyebabnya

OCD: Apa itu? Apakah ini termasuk dalam kategori masalah kesehatan mental? Cari jawabannya di sini, termasuk informasi tentang gejala, sumbernya, dan metode penyembuhannya!

Gangguan obsesif kompulsif (OCD) adalah gangguan kesehatan mental yang menyebabkan pikiran dan perilaku kompulsif.

Oleh karena itu, kondisi ini merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh masalah kesehatan mental.

Serangan gangguan kepribadian (OCD) dapat menyerang siapa saja, dan sekitar 50% penderitanya mulai mengalami gejala pada masa kanak-kanak, mulai dari usia enam tahun dan biasanya menjadi lebih parah saat remaja menginjak usia 19 tahun. Jarang sekali penderita OCD meninggal setelah usia 40 tahun.

Gejala dapat muncul pada usia 19 tahun, tetapi pasien dapat mengalaminya mulai dari usia 6 tahun.

Gejala OCD adalah, menurut Cleveland Clinic, OCD biasanya termasuk gangguan obsesi dan kompulsi. Namun, beberapa penderita hanya menunjukkan satu gejala, entah obsesi atau kompulsi. Mereka mungkin hanya menunjukkan gejala obsesi atau kompulsi. Ini adalah perbedaan gejala mereka.

1. Gejala Obsesi Obsesi OCDGejala obsesi OCD adalah pikiran yang tidak diinginkan dan terus-menerus. Selain itu, dapat berupa bayangan atau dorongan yang mengganggu yang dapat menimbulkan tekanan atau kecemasan. Ini adalah contohnya:

takut terkena kontaminasi karena menyentuh barang yang telah disentuh orang lain sebelumnya.
Karena keraguan, mereka telah mengunci pintu atau mematikan kompor.
 
Ketika benda-benda tidak tertata atau menghadap ke arah tertentu yang diinginkan, itu membuat stres.
memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan tidak etis atau meneriakkan kata-kata kotor di depan umum

Takut dapat menyebabkan kurang berhati-hati dan mencederakan diri sendiri atau orang lain.
memiliki pemikiran atau gambaran yang tidak menyenangkan tentang seks.

2. Gejala Kompulsi

Pada gangguan kecemasan obsesif, gejala kompulsi adalah perilaku berulang yang membuat penderita merasa terdorong untuk melakukan sesuatu. Perilaku berulang ini dimaksudkan untuk mengurangi kecemasan atau mencegah sesuatu yang buruk terjadi.

Kompulsi, di sisi lain, tidak menyenangkan dan mungkin hanya membantu mengurangi kecemasan. Ini adalah beberapa contohnya.
  • Setelah mencuci tangan, tunggu sampai kulit menjadi kasar.
  • Memeriksanya berulang kali untuk memastikan bahwa pintunya terkunci atau kompornya sudah mati.
  • mengumpulkan atau menimbun barang yang tidak memiliki nilai pribadi atau finansial.
  • Mengulangi kata-kata, doa, atau frasa dalam hati.
  • membuat item berputar secara berulang kali.
Apa yang menyebabkannya?
Meskipun para peneliti tidak tahu apa yang sebenarnya menyebabkan OCD, ada beberapa hal yang diduga berkontribusi terhadap perkembangan penyakit tersebut.

1. Studi genetika menunjukkan bahwa orang di lingkaran pertama, seperti orang tua atau saudara kandung yang menderita OCD, akan membawa faktor cukup besar atau memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gejala OCD. Orang-orang yang memiliki kerabat tingkat pertama dengan OCD, seperti orang tua atau saudara kandung, juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kondisi tersebut.

2. Perubahan di Otak. Beberapa orang dengan OCD memiliki area otak yang sangat aktif atau memiliki zat kimia yang disebut serotonin yang rendah. 

3. Peristiwa Kehidupan. Beberapa orang dengan OCD memiliki area otak yang sangat aktif atau memiliki zat kimia yang disebut serotonin yang rendah.

4. Kepribadian. Orang yang sangat teliti, teliti, dan metodis dengan standar tinggi mungkin lebih berisiko mengembangkan gejala OCD. Selain itu, orang yang sering cemas atau memiliki rasa tanggung jawab yang kuat terhadap dirinya sendiri dan orang lain juga berisiko mengembangkan gejala OCD.

Cara Penyembuhan: Ada beberapa cara untuk menyembuhkan OCD yang efektif. Psikoterapi (juga dikenal sebagai terapi bicara) dan pengobatan adalah metode perawatan yang paling umum.
 
1. Psikoterapi adalah istilah yang mengacu pada berbagai teknik pengobatan yang bertujuan untuk menemukan dan mengubah perilaku, emosi, dan pikiran yang tidak sehat. Psikoterapi dilakukan oleh psikolog, misalnya.

Ada beberapa jenis psikoterapi yang paling umum digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan obsesif (OCD):

Acceptance and Commitment Therapy (ACT), Exposure and Response Prevention (ERP), dan Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

2. Pengobatan: Obat seperti serotonin reuptake inhibitor (SRIs), selective serotonin reuptake inhibitor (SSRIs), dan antidepresan trisiklik dapat membantu mengobati OCD. Beberapa jenis obat yang biasa diberikan pada penderita OCD di Indonesia adalah:

Fluvoxamine, Fluoxetine, and Sertraline.

Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental sebelum mengambil obat-obatan ini. Dokter biasanya menganjurkan penggunaan antidepresan dalam janga waktu satu tahun untuk melihat apakah obat bekerja. Biasanya butuh waktu antara 8 dan 12 minggu untuk obat mulai bekerja. Dokter bahkan mungkin menganjurkan penggunaan antidepresan selama satu tahun.

Sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi OCD karena ini adalah kondisi kesehatan mental yang sangat mengganggu kualitas hidup.

Jadi, Anda dapat mendapatkan perawatan yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan mental Anda.

Jangan tunggu hingga terlambat atau asuransi sampai menolak Anda! Segera pertimbangkan untuk memiliki asuransi kesehatan, asuransi jiwa, atau asuransi dwiguna, untuk memastikan bahwa Anda dan orang-orang yang Anda cintai terlindungi dengan baik. Melalui asuransi, Anda bisa merasa tenang menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian, karena Anda sudah siap dengan segala risiko yang ada. Silahkan menghubungi JohnAgent untuk berkonsultasi secara langsung ataupun secara online. Email ke support@johnagent.biz.id untuk informasi lebih lanjut. JohnAgent berkomitmen untuk menjaga keamanan data dan privasi Anda. Data Anda hanya digunakan untuk membantu kebutuhan asuransi Anda.

Read Also :-
Labels : #Asuransi ,#Edukasi ,#Gaya Hidup ,#Investasi ,#Keluarga ,#Kesehatan ,#Keuangan ,#Pendidikan ,#Perlindungan ,#Proteksi Jiwa ,#Tabungan ,#Umum ,

Posting Komentar