8 Efek Negatif Minuman Berpemanis Dalam Kemasan Pada Kesehatan Anda


Saat cuaca panas, mengonsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) terasa menyegarkan. Namun, kebiasaan ini dapat membahayakan kesehatan Anda. Untuk mengetahui dampak negatif MBDK, baca terus artikel ini.

Menurut Siloam Hospitals, minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) pada dasarnya adalah minuman kemasan yang mengandung banyak gula atau pemanis buatan.

Jika gula atau pemanis buatan yang terkandung dalam minuman soda, jus kemasan, minuman energi, air sirup, kopi kemasan, atau minuman olahan lainnya dikonsumsi secara berlebihan, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti: 

1. Risiko Obesitas Meningkat

Minuman berpemanis dalam kemasan biasanya mengandung banyak fruktosa, yang merupakan jenis gula sederhana yang dicerna tubuh lebih cepat daripada hormon lapar.

Menurut Healthline, orang yang minum minuman manis kemasan akan mengkonsumsi 17% lebih banyak kalori. Selain kedua hal tersebut, konsumsi minuman ini juga berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mengontrol hormon leptin, yang mengatur nafsu makan.

Oleh karena itu, minuman manis kemasan dapat meningkatkan risiko obesitas dan menyebabkan konsumsi berlebihan.

2. Peningkatan Risiko Diabetes: Penambahan berat badan dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes. Kenapa? karena asupan fruktosa berlebihan dapat menyebabkan resistensi insulin.

Tubuh membutuhkan hormon insulin untuk mengontrol gula darah dan glukosa. Namun, jika terjadi resistensi, sel-sel tubuh tidak akan merespon hormon ini secara normal.

Penyakit diabetes terjadi ketika glukosa menumpuk dalam darah karena sulit masuk ke sel-sel tubuh.

3. Penumpukan Lemak di Hati

Fruktosa hanya dapat memetabolisme glukosa di hati jika semua sel tubuh dapat melakukannya.

Jika Anda sering mengonsumsi minuman kemasan, hati Anda akan menjadi tidak tahan terhadap tekanan normal. Pada akhirnya, fruktosa akan diubah menjadi lemak, yang sebagian akan dikeluarkan dari tubuh sebagai trigliserida darah, sementara sebagian lagi akan tetap di hati.

Dengan waktu, kondisi ini dapat menyebabkan Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD), dan jika NAFLD tidak ditangani dengan segera, kondisi ini dapat berkembang menjadi komplikasi yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan hati hingga gagal hati.

4. Tingkat Risiko Penyakit Jantung yang Tinggi

Sejak lama, ada hubungan antara konsumsi gula berlebihan dan risiko penyakit jantung. Fruktosa dalam minuman ini dapat menyebabkan peradangan dan penumpukan lemak di otot jantung. Itulah mengapa faktor risiko penyakit jantung seperti gula darah tinggi, trigliserida darah, dan partikel LDL kecil dan padat meningkat.

Sebuah studi yang dilakukan selama dua puluh tahun pada 40.000 pria menemukan bahwa orang yang minum satu porsi minuman manis setiap hari memiliki risiko dua puluh persen lebih tinggi mengalami atau meninggal karena serangan jantung, menurut Halodoc.

5. Risiko Asam Urat Tinggi

Nyeri dan peradangan pada persendian Anda mungkin gejala asam urat. lebih-lebih lagi jika itu sering terjadi di ibu jari kaki.

Apa yang menyebabkan peningkatan kadar asam urat? Salah satunya adalah fruktosa. Asam urat dihasilkan melalui metabolisme fruktosa, yang menyebabkan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh, bahkan hingga kristal.

Sebuah penelitian jangka panjang menemukan bahwa minuman kemasan manis meningkatkan risiko asam urat pada perempuan sebesar 75% dan laki-laki sebesar 50%.

6. Peningkatan Risiko Demensia

Demensia adalah istilah yang mengacu pada penurunan fungsi otak yang terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Penyakit Alzheimer adalah jenis demensia yang paling umum.

Minuman ini memiliki tingkat gula atau pemanis buatan yang tinggi yang dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia. Dengan kata lain, tingkat gula darah yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko demensia.

Minuman kemasan memiliki potensi untuk meningkatkan risiko demensia karena potensi kenaikan gula darah yang cepat.

7. Risiko Kanker yang Lebih Tinggi

Penyakit kronis seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung berkorelasi dengan risiko kanker.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada lebih dari 60.000 orang dewasa menemukan bahwa mereka yang minum dua atau lebih soda manis setiap minggu 87% lebih rentan terkena kanker pankreas daripada mereka yang tidak melakukannya.

Perempuan menopause yang sering minum soda manis juga berisiko terkena kanker endometrium atau kanker lapisan dalam rahim.  

8. Sangat Berbahaya untuk Kesehatan Gigi

Asam karbonat dan asam fosfat adalah dua jenis asam yang membuat gigi rentan terhadap pembusukan, yang ditemukan dalam minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK), seperti soda atau produk olahan lainnya. Kedua asam ini menciptakan lingkungan mulut yang sangat asam.

Dikombinasikan dengan asam, minuman kemasan gula dapat menyebabkan bakteri jahat di mulut mendapatkan energi yang mudah dicerna.

Jangan ragu untuk segera mengunjungi dokter jika Anda sering mengonsumsi minuman berpemanis dalam kemasan dan mengalami salah satu kondisi kesehatan di atas. 


Jangan tunggu hingga terlambat atau asuransi sampai menolak Anda! Segera pertimbangkan untuk memiliki asuransi kesehatan, asuransi jiwa, atau asuransi dwiguna, untuk memastikan bahwa Anda dan orang-orang yang Anda cintai terlindungi dengan baik. Melalui asuransi, Anda bisa merasa tenang menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian, karena Anda sudah siap dengan segala risiko yang ada. Silahkan menghubungi JohnAgent untuk berkonsultasi secara langsung ataupun secara online. Email ke support@johnagent.biz.id untuk informasi lebih lanjut. JohnAgent berkomitmen untuk menjaga keamanan data dan privasi Anda. Data Anda hanya digunakan untuk membantu kebutuhan asuransi Anda.

Read Also :-
Labels : #Asuransi ,#Edukasi ,#Gaya Hidup ,#Investasi ,#Keluarga ,#Kesehatan ,#Keuangan ,#Pendidikan ,#Perlindungan ,#Proteksi Jiwa ,#Tabungan ,#Umum ,

Posting Komentar